Pondok Blawe, (30/9). Puskesmas Sumberjo, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, menggelar fasilitasi pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) melalui penyuluhan pencegahan kekerasan verbal dan seksual di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, (30/9) di Pondok Pesantren Pondok Blawe.
Edukasi ini diikuti 30 peserta yang berasal dari santri pondok. Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan jiwa serta membangun lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan First Aider, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda seseorang yang mengalami tekanan atau luka psikologis, termasuk akibat kekerasan verbal maupun seksual. Peserta juga diarahkan agar mampu memberikan dukungan awal secara tepat dan mengetahui kapan seseorang membutuhkan bantuan lebih lanjut dari tenaga profesional. Kementerian Kesehatan menempatkan P3LP sebagai salah satu upaya promotif kesehatan jiwa dan mendorong terbentuknya first aider di lingkungan sekolah.
Ketua Pondok Pesantren Pondok Blawe, Iqbal Gunawan Sakti, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan kekerasan penting bagi lingkungan pesantren karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter dan lingkungan yang aman bagi santri.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan tambahan kepada pengelola dan lingkungan pondok mengenai bagaimana mencegah kekerasan verbal maupun seksual serta memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis santri. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Pondok Blawe menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan santri,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, pencegahan kekerasan membutuhkan kepedulian bersama antara pengasuh, pengajar, pengelola, santri, dan seluruh keluarga besar pondok. Dengan pemahaman yang baik, persoalan yang berkaitan dengan kondisi psikologis maupun perilaku kekerasan diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara tepat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan dalam mendukung kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Bagi Pondok Blawe, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya saling menjaga, menghormati, dan memberikan dukungan kepada sesama di lingkungan pesantren.





