Pondokblawe.id, (26/7). Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Miftahul Huda Blawe yang berada di lingkungan Pondok Blawe secara resmi menutup program pelatihan menjahit santri Gelombang VI pada Minggu (26/1). Kegiatan pelatihan menjahit santri ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri.
Program pelatihan menjahit santri yang berlangsung intensif selama 260 jam pelajaran (JPL) ini menerapkan metode pembelajaran berbasis vokasi, yakni 70 persen praktik langsung dan 30 persen teori. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengenalan alat, pembuatan pola dasar, teknik menjahit, hingga manajemen produksi.
Selain membekali peserta dengan sertifikasi uji kompetensi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), program pelatihan menjahit santri ini juga dilengkapi dengan kegiatan magang selama 7 hari di berbagai unit usaha konveksi lokal terdekat di sekitar Pesantren Blawe.
Pelaksanaan pelatihan menjahit santri ini menjadi langkah nyata dalam mendukung capaian Tri Sukses Generasi Penerus di lingkungan pesantren, yakni terwujudnya generasi yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), alim-faqih (paham agama) serta mandiri. Keterampilan jahit-menjahit dan manajemen usaha ini diharapkan menjadi bekal finansial para santri agar mampu berdikari setelah lulus.
Ketua Yayasan Miftahul Huda, Suwandra, dalam sambutan penutupannya menekankan bahwa kemandirian usaha memerlukan proses dan mentalitas yang kuat.
“Jadi pengusaha itu tidak tiba-tiba menjadi besar, tapi melalui perintisan yang tidak ringan,” ujar Suwandra saat memberikan pengarahan dalam penutupan pelatihan menjahit santri tersebut.
Ia juga berpesan agar pengalaman magang dimanfaatkan untuk menyerap ilmu tata kelola bisnis, bukan sekadar mencari pengalaman teknis.
“Ketika kita belajar magang dapat uang saku itu sudah lumayan, tapi syukur-syukur kita bisa menyerap manajemen dan pemasarannya. Nanti ilmu itu yang bisa kita pakai untuk mengembangkan usaha sendiri,” lanjutnya.
Melalui sinergi pendidikan agama dan keahlian tata busana dalam pelatihan menjahit santri ini, BLKK Miftahul Huda Blawe optimistis mampu mencetak alumni pesantren yang berdaya saing tinggi, berkarakter mulia, serta siap menebar manfaat bagi masyarakat luas.





